Kamis, 10 Juli 2025

 

Melaju kencang terencana, berputar mengelilingi di perdaya.
 

Selayaknya ego yang terbiasa terpuaskan, selayaknya dopamine yang terbiasa dimanjakan, dan selayaknya nikotin yang tersuplai tanpa batas, birahi pun juga. Bahagia, bahagia, bahagia atasnya, ini harapan aku berharap, berharap atas sebuah kebahagiaan.
 

Berharap atau menagih?
Enggak (bukan) menagih terlalu hina, hanya harap saja.
 

Menagih kok berkesan seperti depkolektor itu, bukan harap saja, atas bahagia.


(PERPUISIAN) “Lima Belas Sentimeter”


 

Tumit berdiri 15 centimeter, diatas jalan raya.
Aku berjalan tanpa ada bantuan.
Bantuan arah aku harus belok dan berhenti dimana.
Atau, bantuan tentang apa yang harus membuatku terus berjalan.

Tumit berdiri lima belas centimeter, diatas jalan raya.
Aku berjalan dengan hati-hati dan pelan, agar kakiku tidak terseleo dan aku tersungkur diaspal, dan aku malu tersipu malu.

Tumit berdiri lima belas centimeter, diatas aspal.
Aku berjalan sembari melihat pedagang asongan.

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Life is a joy, or is a gambling?

Narasi dominan selalu mendorong kita pada satu ilusi bahwa hidup adalah joy sebuah eudaimonia, kata di mana manusia mencapai kepenuhan dirin...