Kamis, 27 November 2025
Aku
melihatnya dalam sebuah remang, lalu berkelana menjadi hitam. Hitam itu
saat ini, dulu, sejarah, masa lampau, atau bisa jadi terjadi selamanya.
Semoga tidak ( Itu harapan)
Senin, 17 November 2025
EKSISTENSI
Di foto ini,
sebenarnya mempertunjukkan dua kedai. Atau dua "toko" penjual minuman
kopi, yang saling bersebelahan. Fenomena tersebut sering, bahkan kerap
dijumpai oleh kompetitor minimarket yang saling bersandingan. Hal itu
rupanya terjadi juga dengan kedai kopi yang lagi marak, bermunculan.
Dengan pola bersandar pada kompetitor tersebut, pola itu sungguh
menguntungkan bagi team marketing nya.
Mereka sudah tidak lagi
mempertanyakan apakah didaerah tersebut ada yang minum kopi? Apakah di
daerah tersebut bisa membeli secangkir kopi? Itu sudah dilakukan oleh
kompetitor yang terlebih dahulu melakukan R&D. Yang dilakukan dengan
pola seperti ini adalah, kekuatan brand masing-masing. Mereka tidak
lagi menjual rasa pada setiap cangkirnya, toh sama-sama memperkosa si
kopi. Akan tetapi bagaimana brand tersebut membangun identitasnya,
bagaimana brand tersebut memanjakan pelanggannya, dan bagaimana brand
tersebut mengelola sdmnya.
Lalu kita sebagai pelanggan apa yang
kita pilih, atau apa yang kita pertimbangkan jika dikondisi harus berada
di depan kedua kedai tersebut, dan harus memilih salah satunya. Atau
bahkan kita sebenarnya, tidak usah memilih keduanya? Karena mengaduk
kopi bisa dilakukan dimana saja, bercengkrama, di depan pintu toilet pun
tak apa. Lalu apa? Mencari cara menghabiskan upah dari hasil mengabdi
ke kapitalisme, dan mengembalikannya kembali ke sistem kapital itu?
Eksisten tentang mereka, aku ragukan.
Langganan:
Postingan (Atom)
Cari Blog Ini
Diberdayakan oleh Blogger.
Life is a joy, or is a gambling?
Narasi dominan selalu mendorong kita pada satu ilusi bahwa hidup adalah joy sebuah eudaimonia, kata di mana manusia mencapai kepenuhan dirin...

