Senin, 17 November 2025

EKSISTENSI

 Di foto ini, sebenarnya mempertunjukkan dua kedai. Atau dua "toko" penjual minuman kopi, yang saling bersebelahan. Fenomena tersebut sering, bahkan kerap dijumpai oleh kompetitor minimarket yang saling bersandingan. Hal itu rupanya terjadi juga dengan kedai kopi yang lagi marak, bermunculan. Dengan pola bersandar pada kompetitor tersebut, pola itu sungguh menguntungkan bagi team marketing nya.


Mereka sudah tidak lagi mempertanyakan apakah didaerah tersebut ada yang minum kopi? Apakah di daerah tersebut bisa membeli secangkir kopi? Itu sudah dilakukan oleh kompetitor yang terlebih dahulu melakukan R&D. Yang dilakukan dengan pola seperti ini adalah, kekuatan brand masing-masing. Mereka tidak lagi menjual rasa pada setiap cangkirnya, toh sama-sama memperkosa si kopi. Akan tetapi bagaimana brand tersebut membangun identitasnya, bagaimana brand tersebut memanjakan pelanggannya, dan bagaimana brand tersebut mengelola sdmnya.

Lalu kita sebagai pelanggan apa yang kita pilih, atau apa yang kita pertimbangkan jika dikondisi harus berada di depan kedua kedai tersebut, dan harus memilih salah satunya. Atau bahkan kita sebenarnya, tidak usah memilih keduanya? Karena mengaduk kopi bisa dilakukan dimana saja, bercengkrama, di depan pintu toilet pun tak apa. Lalu apa? Mencari cara menghabiskan upah dari hasil mengabdi ke kapitalisme, dan mengembalikannya kembali ke sistem kapital itu?

Eksisten tentang mereka, aku ragukan.

 

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Life is a joy, or is a gambling?

Narasi dominan selalu mendorong kita pada satu ilusi bahwa hidup adalah joy sebuah eudaimonia, kata di mana manusia mencapai kepenuhan dirin...