Kamis, 15 Mei 2025

 Hanya karena perihal bodoh sesaat, apa itu mengutamakan kepentingan penilaian? Hanya pintar dalam sekejap, apakah itu keputusan dalam setiap irama tepuk tangan? Sanjungan, cemooh, pujian, ejekan. Melihat yang kelam, belum tentu itu terjadi saat kematian, lalu melihat sebuah pesta petasan. Itu belum pasti juga, sebuah perayaan. Mungkin, ejekan atau makian yang di lantunkan setiap petasan itu dipermainkan, tidak jauh beda dengan suara-suara adzan yang terhalang, irama kepakan sayap para burung saat terbang.

Irama, dan lantunan. Emosi dan pembicaraan. Burung dara, dan kepakan.

Kembali merenungi, kembali lagi menyadari. Apa sebuah kehadiran, apa itu sebuah hinaan, apa itu sebuah pujian. Langkah-langkah yang selama ini keliru, itu memang kebodohan. Tapi apa itu selalu kebodohan, ya itu pasti kebodohan, tapi belum tentu semuanya kebodohan pribadi. Terlalu banyak faktor, manusia, atau makhluk lain yang mengotori, atau ikut campur dalam perjalanan ini. Ini hidup, dan perjalanan. Kata kuncinya adalah PERJALANAN. Di jalan bertemu siapa saja, apapun, dan apapun.

Sesaat, atau selamanya?

Ini menjadi titik balikku, untuk memproses, untuk melihat, untuk merasakan, untuk mencari. Apa yang sebenarnya terjadi saat ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Life is a joy, or is a gambling?

Narasi dominan selalu mendorong kita pada satu ilusi bahwa hidup adalah joy sebuah eudaimonia, kata di mana manusia mencapai kepenuhan dirin...