Jumat, 26 September 2025

REFLEKSI TEKNOLOGI

 Jika kamu bertanya padaku, teknologi saat ini seperti apa?

Aku akan menjawab tidak tahu. Karena aku belum bisa merangkumnya, aku belum bisa mendeskripsikannya. Karena sangat begitu bombastisnya teknologi itu.

Kamu mau apa? Mau bertanya tentang 200 tahun kedepan bisa, teknologi bisa memprediksinya. Ya memang pembawaannya kurang bijaksana seperti sang dukun itu, tapi iya bisa. Apa? Mau lihat 200tahun kebelakang sangat bisa. Mau lihat besok kamu berak jam berapa, tentu bisa. Apa? Mau lihat tontonan apa yang paling pas, saat kamu berak besok, bisa!

Mau apa lagi, mau bercumbu? Tentu bisa. Semaumu deh, semua bisa dengan teknologi itu.

Ini sebagai renunganku, akan sebuah teknologi, perkembangan, dan algoritma ini. Untuk menyadarkanku, bahwa teknologi diciptakan untuk sebuah kemajuan, perkembangan, atau apapun itu demi kebaikan. Akan tetapi kini sering kali, teknologi. Terpakai dengan tidak semestinya, ia sebagai pembuang waktu, sebagai perkelahian, atau pertarungan, sebagai adu domba, ia sudah menjadi dunia sendiri. Dan dunia itu terlalu banyak kepalsuan, dan kebodohan.

Jika mengambil penggalan lirik Mars penyembah berhala, dari Melbi, "mengganjal lapar dengan apa saja, berkhayal pun bisa" Itu mungkin bisa diganti, dengan lebih spesifik. "Mengganjal lapar, dengan nonton asmr pun bisa".

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Life is a joy, or is a gambling?

Narasi dominan selalu mendorong kita pada satu ilusi bahwa hidup adalah joy sebuah eudaimonia, kata di mana manusia mencapai kepenuhan dirin...